Bangun Kampoeng Joglo, Migi Rihasalay Raih Penghargaan Most Inspiring Proffesional Women

Jakarta, MF – Atas inisiatifnya dalam membangun Kampoeng Joglo di kawasan ekonomi Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, desainer muda Migi Rihasalay mendapatkan penghargaan sebagai Most Inspiring Proffesional Women di ajang Indonesia Most Inspiring Proffesional Awards Winner 2020.

“Hari ini aku mendapat penghargaan sebagai Top Perempuan juga sebagai Most Inspiring Proffesional Woman. Dalam hal ini, selain menjadi inspirasi wanita Indonesia, juga sebagai motivator atau contoh baik bagi negara,” kata Migi Rihasalay usai menerima penghargaan di Aston Hotel TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020) malam.

Saat di atas panggung, Migi mengaku bersyukur dan tak menyangka usaha dan niat baiknya tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak.

“Perasaan saya sangat senang dan bangga. Ini untuk pertama kalinya dan saya sangat bersyukur untuk hal ini,” ujar desainer 31 tahun tersebut.

“Yang tadi saya bahas adalah, saat ini saya sedang membangun sekolah kreatif dengan salah satunya mengumpulkan rumah-rumah joglo. Rencananya tahun depan sudah selesai pembangunannya dan sudah bisa di mulai untuk aktivitas,” tambah dia.

Tak hanya sekedar membangun Kampoeng Joglo, Migi juga memiliki rencana mendirikan sekolah gratis buat anak Indonesia yang ingin berkreasi di bidang seni desain.

“Di sana juga akan kita fungsikan untuk sekolah kreatif dan menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia untuk berkarya, khususnya anak-anak di daerah terpencil di wilayah Tanjung Lesung tersebut,” papar desainer yang pernah tampil di Bali Fashion Trend 2020 itu.

Terkait proyek Kampoeng Joglo-nya itu, Migi pun mengaku telah merancang segala sesuatu yang dibutuhkan agar bisa mewujudkan niatnya tersebut.

“Saya re-build kembali, dan kumpulkan rumah-rumah joglo yang ada di Pati, Jepara, Semarang, Jogja, dan Demak untuk jadi satu di Kampoeng Joglo,” katanya.

“Ini adalah pembudidayaan yang sedang saya bangun untuk menjadi museum atau menjadi salah satu kampung dimana budaya yang hampir hilang kita pertahankan,” sambung Migi.

Terkait pembangunan Kampoeng Joglo tersebut, Migi juga menceritakan proses yang membutuhkan waktu tidak sedikit.

“Pertama yang saya temukan adalah rumah yang sudah porak poranda hanya tinggal tiang, tapi masih ada tumpang sarinya, lalu kita bersihkan dari rayap dan tiang-tiangnya kita ganti. Kalau yang sudah tidak layak menopang tumpang sari tersebut, kita cuci gentengnya kita pindahkan dan kita bangun ulang,” ungkapnya.

“Prosesnya selama 3 bulan pencucian dan 3 bulan pembangunan, total satu joglo sekitar 6 bulan. Sekarang sudah terkumpul sebanyak 6 joglo, yang lain sedang dalam proses sekitar ada 5 atau 6 joglo lagi,” sambung Migi.

Dia kembali mengatakan, ‎salah satu joglo tersebut akan dijadikan ruangan aktivitas untuk anak-anak belajar sambil bermain yang secara tidak langsung akan menginisiasi aktivitas yang dilandasi pengenalan budaya Indonesia.

“Nantinya akan ada alat-alat membuat kerajinan tangan, seperti melukis, membuat batik dan pottery dari tanah liat,” ujar desainer yang berencana membangun rumah joglo sebanyak-banyaknya.

Kampoeng Joglo yang berdiri di atas tanah seluar 3 hektar tersebut rencana akan disusun berkumpul seperti sebuah kampung dan di tengah ada tempat outdoor untuk beraktivitas.

“Harapan saya kalau misal bapak menteri atau Bapak Jokowi bisa melihat mohon dukungannya, karena saya butuh support, butuh teacher, perlu crew juga untuk mengajar anak-anak, untuk mengembangkan kreativitas mereka,” pungkas Migi Rihasalay.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *