Soraya Intercine Films Siap Produksi Film Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa

 

Jakarta, MF – Suksesnya film Suzzana: Bernapas dalam Kubur yang ditonton sekitar 3,3 juta orang pada penayangannya tahun 2018 silam, rumah produksi Soraya Intercine Films kembali akan memproduksi film tentang mendiang istri Clift Sangra di tahun 2020 ini.

Sama dengan film sebelumnya, Luna Maya kembali memerankan sosok Suzzanna. Namun berbeda dari yang sebelumnya, film Suzzanna kali ini mengusung tema santet, bertajuk Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa.

Sutradara Rocky Soraya mengatakan bahwa film Suzzanna kali ini akan dibuat lebih detail dari sebelumnya. Proses pembuatan naskah skenarionya pun membutuhkan waktu sekitar 2 tahun.

Meskipun diadaptasi dari film tahun 80-an, namun dari sisi cerita sangat berbeda dari film Zuzzanna yang lama. Rocky menghadirkan cerita yang baru supaya penonton tidak mudah menebak alur ceritanya.

Untuk menghadirkan cerita yang baru dan supaya terlihat lebih realistis di film Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa, dilakukan riset dan wawancara langsung dengan dukun dan pelaku santet.

“Saya harus lebih banyak bicara dengan orang-orang yang melakukan hal-hal seperti itu (santet). Untuk membuat film ini serealistis mungkin, harus mempelajari gimana caranya (santet), apa metodenya dan apa yang akan terjadi yang misalnya melakukan santet dan kena santet seperti apa,” kata Rocky Soraya dalam jumpa pers di kantor Soraya Intercine Films di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/202).

Bagi Rocky, ia tidak mau membuat film hanya sebatas menakut-nakuti. Lebih dari itu, ia akan menghadirkan fenomena santet dan akan menghadirkannya secara real di film terbarunya tersebut.

Di tempat yang sama, Sunil Soraya selaku produser mengatakan, lokasi syuting film Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa masih belum ditentukan hingga sekarang. Pihaknya sedang mencari sebuah tempat yang luas untuk dilakukan setting lokasi mirip dengan tahun 80-an.

Rencana proses syuting filmnya akan dilakukan pada pertengahan tahun ini dan ditargetkan tayang di seluruh bioskop Indonesia di penghujung tahun 2019 nanti.

“Kita sampai sekarang masih mencari lokasinya. Yang pasti kami perlu sebuah kampung yang besar. Nama kampungnya di film ini adalah Kampung Karang Setan,” pungkas Sunil.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *