“SICCIN 6” Asal Turki Jadi Debut RA Pictures Sebagai Importir Film Asing

 

Jakarta, MF – RA Pictures sebagai production house yang baru berdiri satu tahun di industri film tanah air terbilang sukses menghadirkan film berkualitas. Sebut saja 13 The Haunted, After Met You, sampai Kembalinya Anak Iblis

Di bawah naungan Raffi Ahmad selaku pemilik, RA Pictures mencoba mengembangkan sayapnya menjadi importir film asing.

Mengawali debutnya ini RA Pictures memilih film asal negara Turki yang bertajuk “SICCIN 6”. “Hari ini RA pictures belajar mengimport film dari Turki, karena memang kita tahu film Indonesia lagi bangkit-bangkitnya,” kata Raffi Ahmad di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dari mengimport film SICCIN 6, suami Nagita Slavina itu mengaku belajar banyak bagaimana cara pembuatan film tersebut. “Kita itu lagi belajar. Kita belajar mengeksplore, terutama disini ada pak Fransen dan ibu Melia. RA baru satu tahun jalan jadi masih mencari jati diri,” ujarnya.

Bukan hanya menjadi pembelajaran buat Raffi Ahmad, pria 32 tahun itu juga memiliki target agar film hasil produksinya dapat bersaing di kelas dunia.

“Kita mencoba buat peta di 2020 mau ngapain, produksi film tetap. Kita juga belajar, ada Pak Raam punjabi, manoj punjabi pendahulu kita ya masih belajar lah sama senior. Selain mereka membuat film lokal, tapi mereka juga import film luar juga. Target 2020 RA Pictures go internasional,” pungkasnya.

Raffi berharap masyarakat Indonesia menjadi lebih mengenal lagi film-film asal Turki. Karena terbukti sejumlah serial TV Turki telah sukses ditayangkan di stasiun televisi kita. Oleh karenanya, disaat film-film asing yang ditayangkan di bioskop Indonesia masih didominasi film-film Hollywood, Bollywood, Mandarin, serta Korea Selatan. Maka film asal Turki ini dipilih RA Pictures untuk menjadi alternatif pilihan penonton.

Film SICCIN sendiri sangat popular di negara Turki, sehingga sudah dibuat hingga seri ke-6 nya. Bahkan seri SICCIN juga masuk dalam jajaran film horor terseram, sehingga memperkuat niat RA Pictures untuk memasukan film tersebut ke Indonesia.

Frasen Susanto yang juga salah satu produser RA Pictures menjelaskan bahwa untuk mendapatkan film SICCIN 6 ini juga tidak mudah. Mereka juga harus bersaing dengan importer fim dari negara lainya, dan RA Pictures akhirnya bisa menghadirkan film ini di Indonesia.

“Jadi tidak ada salahnya film SICCIN 6 dari Turki ini kita bawa masuk ke Indonesia. Kita pelajari dan kupas bersama-sama, serta bagaimana film-film luar ini bisa menghasilkan jutaan dollar dan menarik negara-negara lainnya untuk mengimport film ini. RA Pictures juga mencari acuan film-film yang baik supaya kita juga bisa lebih baik lagi, dan menggali lebih dalam lagi. Sehinga kita bisa memproduksi film lokal yang sama kualitasnya dengan film yang kita import. Agar nantinya negara-negara lain mau mengimport film-film kita,” tandas Fransen Susanto.

SICCIN 6 mengisahkan Yagar, yang memiliki masalah dengan ibu tirinya karena warisan ayahnya. Kemudian ia mulai mengalami kejadian aneh di rumahnya. Kemudian anak perempuan Yagar, Efsun yang menghadapi masa lalu yang kelam akan mengungkapkan kebenaran yang sangat menyakitkan bagi keluarga.

Sementara itu Orhan mempertanyakan apakah kemampuan yang diberikan kepadanya adalah mujikzat atau kutukan. Guru Orhan memberitahukan bahwa pertemuannya dengan Efsun di pemakaman bukanlah suatu kebetulan.

Film SICCIN 6 akan tayang serentak di seluruh bioskop CGV Indonesia mulai Oktober 2019. (Jeh)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *