Lola Amaria Angkat Kisah ‘Spiderwoman’ Indonesia, Aries Susanti Rahayu Lewat Film 6,9 Detik

 

Jakarta, MF – Setelah sukses menggarap film Lima (2018), sutradara Lola Amaria kembali menghadirkan film terbaru bertajuk 6,9 Detik. Film tentang perjuangan Aries Susanti Rahayu, atlet nasional dari cabang olahraga panjat tebing itu dibuat secara apik, menggetarkan hati setiap orang yang menontonnya.

 

Aries Susanti Rahayu, perempuan muda asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi perbincangan dunia karena meraih medali emas di kejuaraan Asian Games, Jakarta-Palembang 2018 lalu.

 

Pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018, Aries Susanti Rahayu menyumbangkan dua medali emas dari panjat tebing untuk Indonesia. Tidak hanya itu, catatan waktu 07,51 detik kategori speed climbing performa yang dibuatnya juga memecahkan rekor dunia.

 

“Kisah hidup dan prestasi Aries Susanti Rahayu sangat menginspirasi. Itu alasan mengapa saya tertarik mengangkat kisah hidupnya ke film,” papar Lola Amaria usai pemutaran film 6,9 Detik di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

 

“Ini minta waktu Aries ke pelatnas sangat susah sekali. Persiapan film sangat pendek, jadi harus sigap. Kenapa akhirnya kita memakai Aries sebagai aktor utama, karena panjat tebing ternyata susah sekali, bayangkan kalau aktornya bukan pemanjat?,” kenang Lola yang kagum dengan kemampuan akting Aries, walau hanya beberapa hari mengikuti workshop film.

 

Di film 6,9 Detik juga mengisahkan kilas balik kehidupan perempuan kelahiran 21 Maret 1995 itu sebelum menjadi jawara hingga mendapat julukan ‘Spiderwoman’ Indonesia.

 

Kehidupan Aries sebelum menjadi atlet panjat tebing ternyata penuh perjuangan yang cukup mengharukan. Kondisi ekonomi keluarga yang sederhana membuat sang ibu harus bekerja sebagai TKI di Arab Saudi.

 

Perempuan yang akrab disapa Ayu ini menangis ketika menonton film yang dibintanginya tersebut. Dia tak menyangka kisah hidupnya itu sampai dibuatkan sebuah film. Perasaan bangga dan haru menyelimuti, apalagi ini menjadi pengalaman pertamanya menjadi aktor sekaligus langsung sebagai pemeran utama dalam sebuah film.

 

 

“Menangis jadi teringat masa lalu aja sih. Semoga bermanfaat dan kasih inspirasi ke semuanya dan memperkenalkan panjat tebing ke kancah kita dan internasional. Aku bangga dan berterima kasih kepada semua yang telah mewujudkan film 6,9 Detik ini,” ungkap Aries, yang tangisannya semakin menjadi ketika mendapat kejutan dengan kehadiran kedua orangtuanya di acara tersebut.

 

Diketahui, waktu 6,9 detik merupakan rekor standar internasional saat ini, yang harus dipecahkan oleh para atlet pemanjat tebing bila ingin menjadi juara dunia. Meski belum mencapai rekor tersebut, 6,9 Detik menjadi pilihan judul yang dipakai karena enak di dengar. “Soal judul, kebutuhan ear catchy dan eye catchy aja sih. Dan penulis setuju untuk itu,” ujar Lola.

 

 

Selain Aries Susanti Rahayu, film 6,9 Detik juga dibintangi oleh atlet-atlet panjat tebing nasional Indonesia lainnya, serta aktor senior seperti Aryo Wahab, Mariam Supraba, dan Ranga Djoened.

 

Di bawah naungan Lola Amaria Production, film yang mengambil setting lokasi di kediaman Aries sendiri di Grobogan, Jawa Tengah itu bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 26 September 2019 mendatang. (Jeh)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *