Kopi Baringga, Kopi Asal Ciwidey Bandung yang Tenar di Rusia

Jakarta, MF – Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, Indonesia memiliki hampir segala jenis biji kopi. Mulai dari Robusta, Arabica, sampai Lieberica. Tak hanya itu, kreativitas dari petani kopi pun berhasil menciptakan berbagai macam varian kopi yang nikmat. Salah satunya adalah Kopi Baringga. Kopi yang merupakan singkatan dari Baret Jingga ini berupaya semakin eksis di industri kopi Indonesia dan luar negeri.

Terciptanya Kopi Baringga bermula dari upaya pengembalian fungsi lahan akibat penebangan liar, tanaman kopi asal Ciwidey, Bandung ini dikembangkan oleh Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.

“Saat pilot Sukhoi dari Rusia datang ke Indonesia untuk pelatihan bagi pilot-pilot TNI AU, mereka disajikan kopi Baringga ini. Dan mereka menyukainya,” ungkap penggiat kopi Baringga, Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha saat berbicara pada Forum dan Bincang Bisnis Indonesia di ajang International Islamic Fair 2019 dengan tema ‘Peningkatan Kapasitas dan Kualitas UKM-IKM Kopi dalam Memasuki Pasar Timur Tengah di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Tak berhenti di situ, para pilot Sukhoi asal Rusia ini membawa kopi Baringga ke negaranya Rusia. Di Rusia, kopi ini pun mendapat sambutan positif. “Dan akhirnya terwujudlah kedai kopi Baringga pertama di Rusia,” ujar suami dari desainer Anna Mariana ini.

Hal ini tentu saja membuat bangga Indonesia, lantaran satu lagi hasil komoditinya masuk ke pasar Eropa. Hal inilah, lanjut Tjokorda yang harus terus dikembangkan.

Apalagi menurut data International Coffee Asotiation (ICA), kebutuhan kopi dunia naik dua persen tiap tahunnya. “Tahun ini saja kebutuhannya 9-10 juta kg, dan baru bisa dipasok Brazil 20 persen, Kolombia 10 persen dan beberapa negara lain. Jadi masih banyak peluang bagi Indonesia menjadi pemasok kopi dunia, termasuk ke Timur Tengah,” katanya.

Walau peluang masih terbuka lebar, Tjokorda tak menampik jika masih ada sejumlah kendala dalam mengembangkan produksi kopi di Indonesia. “Masih banyak tanaman kopi di Indonesia yang merupakan tanaman lama, butuh peremajaan. Oleh karenanya saya dukung upaya-upaya peremajaan oleh distributor kopi seperti yang dilakukan di Kintamani, Bali,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Anton Apriyantono selaku Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) siap memfasilitasi pengusaha-pengusaha muda yang akan terjun ke bisnis kopi. “Kita berharap banyak pengusaha muda yang mau terjun ke bisnis ini. Nanti kita fasilitasi,” ujar mantan Menteri Pertanian ini. (Jeh)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *