Jastis Arimba Tak Kuasa Menahan Air Mata Mengenang Proses Pembuatan film “Hayya: The Power Of Love 2”

 

Jakarta, MF – Rumah produksi Warna Pictures menggelar nonton bareng film “Hayya: The Power Of Love 2” sebelum tayang pada 19 September mendatang. Saat press confrence, sutradara Jastis Arimba tak kuasa menahan air mata mengungkapkan perasaannya mengenang proses pembuatan film ini.

Dia mengaku terharu bisa menyaksikan hasil akhir film yang dikerjakan selama 10 bulan itu. “Film ini buat saya sangat personal,” ungkap Jastis Arimba dengan mata berkaca-kaca dalam press confrence di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Sutradara berbadan ramping itu menunjukkan rasa lega bisa melihat Hayya diputar di layar bioskop. Jastis mengaku mengalami perasaan seperti pertama kali membuat karya saat menyutradarai film Hayya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku senang selama enam bulan bisa bersama-sama dengan rekan dan tim yang sudah seperti saudara dan memiliki satu frekuensi. “Teman-teman yang luar biasa dan semua sudah bekerja dengan hati,” paparnya.

“Hayya: The Power of Love 2” merupakan film drama keluarga Produksi Warna Pictures, yang mengambil latar Indonesia dan Palestina. Film ini merupakan sekuel dari “212: The Power of Love” yang telah sukses di tahun sebelumnya.

Namun berbeda dengan film Hayya, Jastis mengaku tidak merasa seemosional ini waktu membuat film “212: The Power Of Love”. “Film ini napasnya luar biasa,” kata Jastis.

Setelah menyelesaikan film Hayya, Jastis berharap penonton bisa memiliki rasa syukur setelah melihat film “Hayya: The Power Of Love 2” yang menggambarkan bagaimana penderitaan anak-anak korban konflik di Palestina.

“Karena kita tinggal di negara yang damai, di mana anak kita bisa bermain tanpa rasa takut. Bisa sekolah dengan aman,” ujarnya.

Eksekutif Produser film “Hayya: The Power Of Love 2”, Ustaz Erick Yusuf menganggap rasa terharu Jastis bisa menggambarkan bagaimana selama ini tim bekerja dengan hati dalam menyelesaikan film Hayya. “Ini karya yang penuh pakai hati. Kita bisa merasa pakai hati,” kata Erick.

“Hayya: The Power of Love 2” bercerita tentang Rahmat (32th) seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, memutuskan menjadi relawan kemanusiaan. Kegiatan itu membawanya bukan hanya pada kegiatan kerelawanan keliling Indonesia, melainkan bersama sahabatnya, Adin (30) sampai ke wilayah Palestina.

Di sana ia bertemu Hayya (5th), gadis yatim piatu korban konflik di Palestina. Hubungan Hayya dan Rahmat menjadi sangat dekat, hingga suatu hari Rahmat harus kembali ke Indonesia karena hendak menikah dengan Yasna (27th). Hayya yang tidak ingin kehilangan Rahmat melakukan aksi nekad di luar dugaan.

Skenario film ini di tulis langsung oleh Jastis Arimba dan Ali Eunoia, disutradarai Jastis Arimba dengan DOP Moriza Prananda. Di jajaran produser terdapat nama-nama Oki Setiana Dewi dan Erik Yusuf (Produser Eksekutif), Imam T. Saptono dan Asma Nadia (Associate Produser), serta Helvy Tiana Rosa dan Jastis Arimba (Produser). Cerita Hayya ditulis dari film ke novel oleh Helvy Tiana Rosa & Benny Arnas.

Film ini menghadirkan para aktor dan aktris antara lain Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, Meyda Sefira, Ria Ricis, Humaidi Abas, Hamas Syahid, Asma Nadia, dan pendatang baru cilik dengan talenta luar biasa: Amna Hasanah Shahab sebagai Hayya.

Film keluarga yang akan menginspirasi dan mengasah kepedulian kita terhadap sesama ini juga didukung oleh beberapa lembaga kemanusiaan seperti Aman Palestin, INH For Humanity, dan Rumah Zakat. Sebagian keuntungan dari film berdurasi 101 menit ini rencananya akan disumbangkan bagi anak-anak Indonesia dan Palestina yang kurang beruntung. (Jeh)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *