Garap The Last Target, Ramasindo Gelar Open Casting

MF.COM – PT Ramasindo Citra Gemilang akan memproduksi film drama eksyen berjudul The Last Target. Film yang berkisah tentang pengungkapan jaringan peredaran narkoba ini sedang melakukan open casting.

 

Film perdana produser Rahmadan SE ini akan meramu kisah kemanusiaan, kisah heroik dan fenomena kriminalitas terkait peredaran narkoba.  “Kami akan menggarap film ini dengan sangat serius. Rencananya, film ini akan ikut festival sebelum diputar di bioskop,” ujar owner PT Ramasindo Citra Gemilang ini.

 

Rahmadan yang sudah lama terlibat dalam proses pembuatan film, paham betul bagaimana membuat film yang baik dan diminati penonton. Menurutnya, banyak faktor penentu kualitas sebuah film, salah satunya pemilihan pemain.

 

Melalui rumah produksi Ramasindo Picture, Rahmadan merekrut sutradara kondang Surya Lawu untuk mencari talent yang akan terlibat dalam proses syuting film yang rencananya bisa menghabiskan biaya hingga Rp 5 miliar ini.

 

“Banyak kita yang mesti dilakukan seorang produser agar filmua laku dan ditunggu penonton. Salah satunya promosi yang gencar. Nah, muntuk promosi ini pasti membutuhkan biaya besar, makanya kami siapkan Rp 5 miliar untuk menggarap film ini sampai tayang di bioskop,” ungkap Rahmadan.

 

Selain menseleksi talent, Surya Lawu yang sukses menggarap sinetron striping Intan, Cahaya dan sederet judul lainnya ini juga dipercaya menggarap teaser The Last Target. “Setelah open casting, kami akan bikin teaser sebelum memulai produksi sekitar bulan Juni tahun ini,” ungkap Rahmadan.

 

Pilihan film bergenre drama eksyen dengan setting penumpasan peredaran narkoba sebagai  produk perdana bukan tanpa alasan. “Kebetulan saat ini drama eksyen sedang booming. Ini momentum,” ujar Rahmadan.

 

 

Selain itu, film ini juga diharapkan bisa mengkampanyekan upaya pemberantasan peredaran narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam negara ini. “Film ini menjadi bentuk nasionalisme dan cinta tanah air kami. Mudah-mudahan pesan moral tentang bahaya narkoba bisa sampai ke masyarakat,” harapnya.

 

Peredaran Narkoba

Film yang penggarapannya banyak dilakukan di Jabotabek ini berkisah tentang persahabat 5 anak desa dengan kondisi social ekonomi dan karakter berbeda. Saat dewasa mereka merantau ke ibukota, menyisakan Joe yang memilih tetap tinggal di desa mengurus orang tuanya.

 

Hingga suatu ketika, Joe diajak seseorang mengelola rumah makan di Jakarta. Rupanya orang tersebut gembong peredaran narkoba. Bisnis rumah makan hanya kedok semata. Tanpa disadari, Joe sudah masuk dalam jaringan peredaran narkoba.

 

Saat kelima sahabat itu sudah mapan, mereka sempat reuni. Kimi, satu diantara mereka yang jadi intel polisi dapat perintah menangkap Joe. Dari situlah muncul beragam konflik dramatik yang melibatkan emosi serta kejadian-kejadian seru dalam proses penangkapan Joe.

 

Film yang akan tayang akhir tahun ini juga menggambarkan bagaimana upaya tim khusus aparat keamanan menangkap mafia narkoba. Untuk mewujudkan cerita agar lebih tampak nyata, dalam proses syuting kan menggunakan property asli atribut tim khusus.[]

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *