Fokus Anna Mariana Jelang Ajang New York Fashion Week (NYFW) & Betawi Fashion Week (BFW)

Jakarta, MF – Desainer tenun songket Anna Mariana menggelar acara berbuka puasa bersama anak yatim piatu, di rumahnya di kawasan Anpera, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019). Hadir juga para santri, ulama, unsur perwakilan TNI dan Kemenhan juga relawan militan Jokowi-Makruf Amin.

“Ini acara rutin di setiap Ramadan. Berbagi rejeki dan berbagi kasih sayang. Biasanya kami kumpul dari setelah ashar, dimulai dari mengaji, shalawatan, kultum, buka puasa bersama dilanjut sholat magrib dan sholat tarawih bersama,” kata isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MS, MSc.

“Istilahnya sibuk dengan pekerjaan dunia boleh, tapi jangan melupakan akhirat!,” tambah perancang tenun dan songket Nusantara yang baru selesai menyelenggarakan Indonesia International Islamic Fair 2019.

Anna mengaku memang sedang banyak dikejar pekerjaan dunia pada tahun ini. “Pertama deklarasi Hari Tenun Nasional pada Bulan September, disusul saya ikut NYFW di bulan yang sama, kemudian mematangkan persiapan penyelenggaraan Betawi Fashion Week yang digelar tahun depan, setelah HUT Jakarta,” ungkapnya.

Betawi Fashion Week (BFW) digagas Anna bersama Lembaga Kebudayaan Betawi dan Indonesia Fashion Galery (IFG). “IFG ini adalah sebuah team yang membantu saya masuk ke New York Fashion Week di 2019. Dan IFG lah yang akan mengatur semua koreografi hingga produksi acara BFW,” kata Anna lebih lanjut.

BFW akan menampilkan pameran produk fashion mode Betawi, berikut produk kerajinan, pernak pernik khas UKM. “Produk peserta yang bisa ikut, diseleksi melalui kurasi ketat, agar produk yang ditampilkan benar-benar produk berkualitas, agar popularitas Betawi makin meningkat dan berkelas Internasional,” ujar perempuan kelahiran 1 Januari 1960 ini.

Tujuan utama penyelenggaraan BFW sendiri memang untuk mengangkat budaya dan produk Betawi, baik di bidang fashion maupun produk kesenian lainnya. “Selama ini produk Betawi selalu dikesankan sebagai produk kelas pinggiran dan bawah. Kita harus bisa mendobrak itu,” katanya.

Anna menyebut desainer yang akan menjadi peserta pada BFW adalah mereka yang pernah mengikuti NYFW. “Ada sekitar 30 desainer top di Indonesia, yang sudah pernah menggelar karya di NYFW. Mereka akan menggelar karya dengan tema from Local to Global,” tukas Anna.

Yang akan terlihat unik juga berbeda dalam ajang BFW 2020 itu adalah, para desainer yang ikut serta akan disupport untuk membuat karya dengan menggunakan kain tenun Betawi karya Anna. Busana tersebut harus mengadaptasi tren internasional, namun tetap bernuansa tenun Betawi.

“Ini dalam rangka memperkenalkan secara luas tenun dan songket Betawi, saya akan memberikan mereka kain tenun Betawi, dan membebaskan mereka berkreasi sesuai ciri masing-masing. Di luar itu, di dalam booth tetap akan digelar karya masing-masing desiner. Minimal mereka akan memajang 50 karya busana untuk wanita dan pria, kata Anna.

Di tengah acara BFW, Anna merancang membuat workshop khusus untuk mengetahui secara detail product knowledge dari tenun dan songket Betawi, salah satu karya master piece yang sudah diluncurkannya sejak 3 tahun lalu. Selain itu, diselenggarakan pula lomba design fashion, dengan peserta mahasiswa dari beberapa universitas yang memiliki mata kuliah fashion desain. “Ada enam universitas yang sudah bersedia menjadi peserta,” ungkap Anna.

Lomba design BFW, menurut Anna dibuat dalam rangka mencari dan menemukan desainer generasi baru yang dipersiapkan untuk bisa mengikuti ajang Fashion Week di New York. “Hadiah bagi pemenang lomba, salah satunya bisa dapat tiket gratis untuk nonton NYFW, dan juga bisa ikut serta dalam BFW tahun berikutnya,” jelasnya.

“Saya bersama IFG juga Asosiasi Fashion Designer dan Pengusaha Amerika menjadi fasilitas untuk para desainer muda yang berniat menuju panggung Internasional, pungkas Anna Mariana. (Jeh)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *