Film “Terima Kasih Emak” Bakal Hadirkan Para Pemain Asli Serial Keluarga Cemara

Jakarta, MF – Generasi 90-an pasti tidak asing dengan serial drama Keluarga Cemara, yang ditayangkan di stasiun TVRI sejak 6 Oktober 1996 hingga 24 Agustus 2004.

Tayangan sebanyak 412 episode ini terasa begitu berkesan di hati masyarakat Indonesia saat itu. Selain menghibur, serial ini juga sarat nilai edukasi. “Saat saya masih kecil, film Keluarga Cemara menjadi hiburan keluarga saya setiap minggunya, film ini punya pesan yang luar biasa, karena itu saya memberanikan diri untuk memproduksi film ini,” kata Produser Eksekutif Alimi Pictures, Anas Syahrul Alimi.

Sinetron yang menceritakan tentang kehidupan satu keluarga yang sederhana dan bersahaja yakni Abah (Adi Kurdi), Emak (Novia Kolopaking), Euis (Ceria Hade), Cemara (Anisa Fujianti) dan Agil (Puji Lestari) rencananya akan dibuat sebuah film layar lebar, dengan para pemain yang sama.

“Saya merasa senang sekali dan tidak menyangka bisa kembali bermain dan berkumpul lagi di Keluarga Cemara sekaligus reuni,” ujar Novia Kolopaking pemeran Emak saat berbincang dengan awak media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2019).

Keluarga selalu menjadi tempat pertama untuk berbagi kasih sayang, mengatasi masalah yang sedang dialami salah satu anggota keluarga dan membentuk karakter diri masing-masing individu dalam keluarga.

Dalam upaya menjaga rasa kekeluargaan tersebut, para pemain Keluarga Cemara berkumpul dalam acara “Berbuka Puasa Bersama, Berbagi Kasih Sayang”, sekaligus menumbuhkan kembali silaturahmi lewat launching film “Terima Kasih Emak” yang disutradarai Dedi Setiadi.

“Saya berharap produksi film Terima Kasih Emak nantinya tetap bisa menghibur dan diterima di hati para penggemar setianya,” tambah Anas Syahrul Alimi.

Terima Kasih Emak yang skenarionya digarap Dedi Setiadi, mengisahkan perjuangan Emak dalam merawat Abah yang sudah tua dan sakit sakitan, merangkul ketiga anak perempuannya yang kini sudah dewasa dan mempunyai kehidupan masing masing.

Emak dengan kasih sayangnya yang tak terbatas, berusaha membahagiakan semuanya tanpa berharap balasan, karena bagi Emak, kebahagiaan keluarganya adalah kebahagiaan dirinya.

“Saya senang karena bisa kembali hadir menghibur masyarakat dengan menyajikan cerita yang diangkat dari beragam kisah kehidupan sehari-hari di masyarakat,” tandas Adi Kurdi. (Jeh)

 

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *