festival pendidikan berbasis keluarga “Sukacita Belajar” Harapkan Masyarakat lebih Mengenal Homeschooling

Jakarta, MF – Sekolahrumah atau homeschooling adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan/informal. Biasanya Sekolahrumah dilakukan di rumah, di bawah pengarahan orangtua langsung dengan model kegiatan belajar terstruktur dan kolektif. Homeschooling bukanlah lembaga pendidikan, bukan juga bimbingan belajar yang dilaksanakan di sebuah lembaga.

Masih minimnya informasi tentang pola pendidikan homeschooling di Indonesia membuat beberapa komunitas praktisi homeschooling mengadakan kegiatan festival pendidikan berbasis keluarga dengan tema Sukacita Belajar.

Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian para praktisi homeschooling yang dalam kesehariannya masih belum mendapatkan pengakuan di masyarakat sehingga mereka harus selalu berhadapan dengan berbagai kesulitan akibat dari minimnya informasi mengenai homeschooling.

Beberapa kesulitan di antaranya adalah kesalahan masyarakat dalam memahami legalitas homeschooling, praktik belajar homeschooling yang dianggap hanya bisa dilakukan oleh guru, anggapan anak homeschooling yang tidak akan punya teman dan kesulitan bersosialisasi, serta banyak hal lainnya yang mengakibatkan masyarakat memandang para praktisi homeschooling sebagai orang-orang yang anti sekolah.

Seperti peribahasa yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, festival pendidikan berbasis keluarga ini diadakan sebagai sarana edukasi dan sosialisasi mengenai homeschooling kepada masyarakat, supaya masyarakat mengenal lebih dekat apa itu homeschooling.

Diharapkan dengan adanya pemahaman yang tepat, tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi di kalangan masyarakat dan praktisi homeschooling tidak lagi dipandang sebelah mata di dalam masyarakat.

“Festival ini juga diharapkan dapat membantu para orangtua yang sedang mencari informasi mengenai homeschooling untuk memenuhi kebutuhan belajar anaknya. Ada apa di acara Sukacita Belajar? Disini 6 orang anak yang menjalani homeschooling akan menceritakan perjalanan pendidikannya sampai menemukan fokus belajar yang diminatinya dan berprestasi dari ketekunan belajarnya,” papar Ketua Panitia Sukacita Belajar, Simon Fauzan Priyanto di Anjungan Kalimantan Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (22/7/2018) pagi.

Sedangkan, menurut Ketua Sie Acara, Rahdian Saepuloh, SPd, tak sedikit dari para homeschooling yang berhasil. Diantaranya, ada Yla dan Vyel, kakak beradik yang sudah menjadi atlet wushu nasional dan meraih berbagai medali dari berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Hanif, yang memenangkan kejuaraan robotik di Singapura.

Kemudian ada Nuala, yang berawal dari kepedulian membantu ibunya di rumah berbuah memiliki usaha roti maryam yang sudah memiliki pasar dan produknya sudah dijual di pasar swalayan. Hans adalah salah satu anak yang telah diperkenalkan pada beberapa kegiatan sampai akhirnya menemukan kecintaannya di bidang musik yang saat ini menjadi bagian dari kelompok paduan suara yang rutin berkompetisi dalam skala internasional. Zaky seorang remaja yang sangat mandiri dan mencintai dunia desain digital.

“Keterampilannya telah membawanya sebagai salah satu desainer yang sudah dikenal di salah satu situs jual beli produk digital skala dunia. Acara ini juga mengundang Aar Sumardiono, seorang praktisi homeschooling senior yang sering mengadakan seminar tentang homeschooling sekaligus penulis buku dan pemerhati pendidikan yang membahas tentang Apa itu Homeschooling dalam praktik kesehariannya,” tuturnya.

Selain itu, Koordinator Nasional Perkumpulan Homeschooling Indonesia (PHI), Ellen Kristi diundang untuk menjawab kepastian legalitas homeschooling dan kedudukannya di dalam sistem pendidikan Republik Indonesia.

Kemudian keluarga praktisi homeschooling senior, Wimurti Kusman dan keluarga hadir untuk memberikan testimoni perjalanan homeschooling keluarganya. Wimurti Kusman memiliki tiga orang anak yang menjalani homeschooling di mana dua di antaranya berhasil memasuki perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bahkan salah satunya mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di luar negeri.

Para praktisi senior pun berbagi informasi tentang metode homeschooling, di antaranya Charlotte Mason, Unschooling, dan Eklektik. Selain bazar umum terdapat bazar anak sebagai kesempatan anak homeschooling untuk belajar berniaga dan memasarkan produknya sendiri, acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan pentas seni dari beberapa komunitas homeschooling.

Agar sudasana lebih bergairah, panitia menyiapkan beberapa Workshop gratis untuk seluruh pengunjung yang ditawarkan oleh berbagai komunitas hobi seperti Studio Kotak Katik, Indieplays, Paradox, Clevio, Pohon Langit, Handpuppet Indonesia, Generasi Juara, Bebek (Bermain dan Belajar dengan Karya) dan Creativkids.

Festival pendidikan ini diharapkan dapat diselenggarakan setiap tahunnya dengan tujuan mengedukasi masyarakat mengenai pendidikan berbasis keluarga, supaya setiap anak Indonesia mendapatkan hak untuk memperoleh akses ke jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. (Jeh)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *