“Antologi Rasa” Siap Bikin Baper di Bulan Februari Mendatang

Jakarta, MF – Sutradara Rizal Mantovani kembali menghadirkan film drama romantis terbaru, bertajuk Antologi Rasa. Film yang diangkat dari sebuah novel best seller karya Ika Natassa dan diproduksi oleh Soraya Intercine Films itu akan tayang di bioskop tepat pada 14 Februari 2019 mendatang.

Rizal mengaku, ketika mengadaptasi film dari sebuah novel, yang diutamakan adalah bagaimana penjiwaan dari para pemerannya. Kali ini, Fery Lesmana dipercaya untuk menulis naskahnya. Film ini mulai digarap pada Maret 2018 lalu.

“Saya dan produser berpikiran bahwa mengadaptasi buku menjadi film itu, kita berpijak pada jiwa bukunya. Kita pindahkan ke dalam film. Jadi secara teknis, lokasi beda atau baru, buat saya itu secondary, yang penting penjiwaannya yang harus masuk,” ujar Rizal Mantovani saat jumpa pers di Kantor Soraya Intercine Films, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

“Film yang beradaptasi dengan novel, bahwa film Antologi Rasa tidak meng-copy paste melainkan soal perasaan pembaca ketika membaca bukunya,” tambah Ika Natassa.

Antologi Rasa bercerita tentang cinta di tengah persahabatan, yaitu Ruly, Keara, dan Haris. Ruly sendiri diperankan oleh Refal Hady, Keara oleh Carissa Perusset, dan Harris oleh Herjunot Ali. Keara yakin bahwa cinta sejatinya adalah Ruly, teman sekantor yang sudah digilainya selama 4 tahun. Film ini dibalut dengan realita kehidupan metropolitan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sementara Herjunot Ali yang memerankan karakter Harris Risjad digambarkan sebagai sosok yang sedikit nakal bahkan pecicilan seperti anak kecil. Harris Risjad pun jadi sosok cowok yang siap bikin banyak cewek jatuh hati.

Dianggap tak pantas perankan sosok Harris Risjad, Herjunot Ali pun jadi sasaran bully di media sosial. Tapi menurut pria yang karib disapa Junot itu, hal tersebut bukan kali pertama ia alami.

Pada beberapa film sebelumnya, Junot juga sempat dipandang sebelah mata. “Setiap karakter yang saya mainin dalam sebuah film, itu pasti awalnya nggak mungkin semuanya oke, pasti ada aja orang yang enggak setuju,” tandas Herjunot Ali. (Jeh)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *